Cara Mudah Memotret Minim Cahaya, Simak Tips dan Triknya

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Daily Express.

Fotografi sudah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Nggak percaya? Teliti ponsel yang Anda pegang. Coba hitung berapa jumlah media sosial yang ada. Berapa foto yang sudah diunggah ke media sosial? Pasti banyak.

Itu sebabnya teknologi fotografi kini terus berkembang. Kamera telah menjadi jejak digital. Baik yang masih memanfaatkan kamera DSLR, mirrorless hingga ponsel. Dan kamera ponsel saat ini telah berkembang pesat.

Menggunakan ketiga alat tersebut tidak selalu mendapatkan hasil sempurna. Selalu ada kendal. Salah satunya adalah minimnya cahaya yang berpengaruh pada kepuasan.

Ditambah jika si fotografer kurang andal mengoperasikan kamera. Akan berakibat pada jepretan yang kurang bagus atau tidak memuaskan.

Bagi pemula dan belum paham manfaat fitu-fitur kamera, ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat menghadapi cahaya rendah.

Melansir CNN Indonesia, semakin tinggi angka ISO maka semakin sensitif sensor kamera terhadap cahaya yang menjangkaunya.

Noise tambahan yang dihasilkan dengan menggunakan ISO tinggi dapat disaring sedikit dalam pasca-pemrosesan.

Memotret dalam format RAW memungkinkan fleksibilitas paling tinggi dalam pasca-pemrosesan. Tak hanya itu, semakin besar aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke lensa.

Memotret pada f/ 5.6 memungkinkan lebih banyak cahaya masuk daripada memotret pada f/ 18. Perlu diingat bahwa semakin rendah angkanya, semakin besar aperture.

Saat dalam kondisi shutter speed lambat sangat penting untuk menghilangkan goyangan kamera, agar mendapatkan foto yang tajam dalam situasi cahaya rendah.

Anda dapat menggunakan tripod dan mengatur timer kamera. Selain itu, menghilangkan goyangan kamera bisa menggunakan fitur stabilisasi internal kamera.

Untuk mendapatkan gambar setajam mungkin tanpa menggunakan flash, coba gabungkan cahaya sebanyak mungkin.

Jika subjek tidak diam, posisikan di dekat sumber cahaya atau. Jika memungkinkan, gerakkan cahayanya ke arah subjek.

Namun, jangan memosisikan cahaya di belakang subjek, jika itu satu-satunya sumber cahaya. Kecuali jika tujuannya adalah menciptakan siluet.

Memotret dalam kondisi cahaya redup dapat menyebabkan foto tampak pudar. Malahan warna kurang detail. Dengan menyesuaikan white-balance kamera digital, kamera dapat menangkap warna seakurat mungkin.

Untuk mencegah gambar memiliki bayangan kuning, oranye, atau biru, sesuaikan keseimbangan putih untuk jenis cahaya yang digunakan.

Artikel Lainnya