Cantik, Tapi Berbahaya, Dampak Henna Bisa Mengerikan, Ketahui Ciri-cirinya

Nyedulur
  • 18 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Benessere Hair and Beauty.

Tidak banyak yang tahu istilah henna. Pada dasarnya henna identik digunakan di acara pernikahan. Umumnya dipakai untuk menghias kuku atau tato nonpermanen di tangan calon pengantin wanita.

Selain di India dan Pakistan, henna juga kerap digunakan oleh kaum wanita di beberapa negara Afrika, Asia, bahkan, di belahan Amerika Selatan.

Sebetulnya membuat henna mudah. Biasanya terbuat dari daun pacar yang dikeringkan atau digiling. Kemudian diolah menjadi pasta untuk dioleskan. Walaupun bisa mempercantik penampilan, ternyata henna menyimpan bahaya untuk kesehatan.

Menggambar tato dengan henna hanya bertahan sekitar dua minggu. Namun butuh waktu berjam-jam agar warna hena bisa menyerap ke kulit. Sayangnya, hal ini bisa saja menimbulkan reaksi alergi.

Sebab dilansir dari Kompas, beberapa produk henna seringkali ditambahkan dengan bahan kimia seperti p-phenylenediamine (PPD).

Menurut ahli dermatologi dari Cleveland Clinic, tidak semua henna bisa memicu masalah.

“Hena yang bisa menyebabkan reaksi alergi biasanya produk yang mengandung bahan kimia tambahan agar warnanya lebih gelap atau bisa menyerap ke kulit lebih cepat,” ucap ahli dermatologi Christine Poblete-Lopez.

P-phenylenediamine (PPD) yang sering ditambahkan pada henna adalah alergen umum yang ditemukan pada pewarna rambut.

PPD dapat menyebabkan reaksi kulit yang berbahaya pada beberapa orang, seperti jaringan parut permanen hingga menyebabkan kematian.

Bahan tersebut bisa memicu efek serius seperti kemerahan, lepuh, meningkatnya lesi tangis merah, kehilangan pigmentasi dan kulit menjadi lebih peka terhadap matahari.

Secara hukum, PPD tidak diperbolehkan dalam kosmetik yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit. Jika memang ingin menggunakan henna, pastikan memeriksa komposisinya.

Jika campuran henna berbau seperti bahan kimia atau gas, lebih baik jangan menggunakannya. Sebab, hal tersebut menandakan adanya tambahan bahan kimia berbahaya.

“Jika Anda mengalami reaksi alergi, temui profesional perawatan kesehatan sesegera mungkin,” kata Poblete-Lopez. Dokter biasanya akan memberikan steroid topikal untuk mengatasi alergi yang Anda alami.

Artikel Lainnya