Bukan Tenaga Medis, Segerombolan Orang Memakai APD di Bandara Soekarno Hatta, Ada Apa Ya?

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Detik.

Alat Pelindung Diri atau APD biasanya digunakan oleh tenaga medis. Penggunaan baju APD di tengah pandemi ini identik berkaitan dengan penanganan virus corona. Tapi bisa juga dilakukan pekerja di pusat nuklir untuk menghindari radiasi.

Baju tersebut sebetulnya berguna untuk melindungi kesehatan tubuh. Terlebih di tengah pandemi virus corona saat ini, baju APD bisa melindungi dari paparan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut, hidung, mata, dan kulit.

Namun, berbeda dengan penampakan di Bandara Soekarto Hatta. Banyak orang yang tiba-tiba diketahui memakai pakaian APD atau hazmat pada Rabu 23 Desember 20 sore.

Tenang, mereka bukanlah petugas kesehatan yang akan mengarantina pasien di Bandara Soekarno Hatta. Mereka adalah TKI (tenaga kerja Indonesia).

Mengutip Detik, mereka adalah pekerja yang akan bekerja ke luar negeri. Lebih tepatnya, mereka adalah anak buah kapal yang akan bekerja di perusahaan berbendera Korea Selatan.

"Kami bukan petugas kesehatan. Kami mau kerja di kapal Korea Selatan,” kata salah satu pekerja.

Lebih lanjut, ABK satu ini mengatakan bahwa mereka diwajibkan oleh perusahaan untuk memakai baju APD. Alasannya, menyikapi juga meninimalisasi penyebaran virus corona.

“Memang kami diminta perusahaan. Karena keadaannya memang seperti ini. Jadi, kalau ada apa-apa, ya lebih mudah ditanganinya,” lanjut ABK yang enggan disebut namanya.

Para ABK tersebut ada di area check-in Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Jumlahnya mencapai puluhan, dengan beberapa di antaranya hanya menggunakan jaket dengan lambang Korea Selatan di punggungnya.

Saat ini, penerbangan internasional memang sangat ketat syaratnya.

Terbaru, Taiwan melarang masuk sementara pekerja migran Indonesia ke negaranya. Inilah penyebabnya.

Artikel Lainnya