Bukan Pawang, Warga Mojokerto Gerebek Buaya Pakai Sarung, Padahal Gemetar saat Luput

Nyedulur
  • 2 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Jatimnow.

Ketakutan warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto mulai berkurang. Sebab salah satu buaya yang sempat menampakkan diri ditangkap warga setempat.

Buaya tersebut dilaporkan memiliki panjang 1,5 meter dan muncul sejak empat hari silam di aliran sungai Sadar.

Mengutip Jatimnet, Damsi (60), salah satu warga mengaku ikut mengevakuasi buaya. Sejumlah warga langsung melakukan perburuan saat melihat buaya di kedalaman setengah meter pada Rabu 9 Juni 2021.

Warga melakukan perburuan menggunakan jaring dan alat seadanya yang terbuat dari batang kayu, maupun tali tambang. Namun gagal, dan buaya itu kemudian menghilang.

“Pakai jala malah berontak, terus ngilang. Berhasil kabur, terus bersandar lagi malamnya di batu paras,” mengutip Jatimnet, Kamis, 10 Juni 2021 pagi saat melihat kondisi buaya.

Sekitar pukul 23.00 WIB buaya terlihat dipinggir sungai dengan kondisi diam dan tenang. Lanjut Damsi, melihat itu dia lalu berinisiatif menggunakan sarung untuk menutup bagian mata buaya terlebih dahulu.

Sementara tiga warga lainnya termasuk kepala dusun memegang bagian tubuh buaya lainnya agar tak berontak.

“Kita pelan-pelan taruh sarung di air dan di arahkan ke matanya untuk ditutup sambil disenter. Trus teman-teman bantu pegang bagian ekor, tengah badan, dan kepala,” paparnya.

Selanjutnya warga membawa buaya muara ini ke salah satu ruangan di balai Desa Sukoanyar. Diduga buaya tersebut masih berusia remaja.

“Ini kami masih koordinasikan dengan pihak desa dan pihak terkait. Sebab kami tangkap tidak untuk niatan dikomersilkan, hanya untuk membuat warga merasa aman dulu,” Damsi menambahkan.

Sebelumnya kabar mengenai penampakan buaya di aliran sungai Sadar sempat mengegerkan warga Dusun Toyorono, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro. Kemunculan buaya itu diduga lantaran sungai tercemar limbah.

Artikel Lainnya