Bro, Waspada Jika Bulu Anjing Mudah Rontok, Dampaknya Serius Banget, Mau Tahu Cara Merawatnya?

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Pet Palace.

Memiliki anjing jangan sekadar dijadikan sebagai penjaga rumah. Juga bukan sebagai binatang peliharaan. Anjing bisa menjadi teman yang baik di kala senggang. Bisa juga diajak bermain di rumah maupun berolahraga.

Bahkan anjing mudah dilatih dan diajak berkomunikasi. Alasan itu menyebabkan beberapa masyarakat tertarik memlihara anjing sebagai penghilang stres.

Tapi ada hal yang perlu diperhatikan bila memiliki hewan peliharaan. Pastinya kesehatan dan tingkat stres perlu dijaga. Dua hal itu sangat penting agar anjing tidak ngambek. Kalau ngambek, kasihan.

Salah satu kesehatan yang perlu diwaspadai adalah bulunya. Bila bulu anjing suka rontok jangan diabaikan. Bisa saja kondisi itu menjadi tanda-tanda serius.

Sebagai pemilik anjing, Anda harus mencari penyebab kerontokan bulunya. Jika dibiarkan hewan tersebut bisa mengalami kebotakan. Nah berikut penyebab bulu anjing rontok yang umum terjadi, dan sudah dirangkum dari Halodoc.

Bulu anjing rontok sebetulnya hal yang normal. Anjing bisa mengalami rontok saat usianya bertambah atau cuaca sedang panas. Beberapa ras anjing, seperti husky dan labrador, menumbuhkan bulu saat musim dingin, kemudian dirontokkan kembali saat musim panas.

Jika kerontokan bulu anjing di luar kendali, lakukan penyikatan bulu beberapa kali seminggu untuk menghilangkan dan mengontrol bulu rontok.

Selain itu, bakteri dan jamur adalah hal yang normal terjadi pada kulit anjing. Hanya saja terkadang pertumbuhan bakteri dan jamur bisa di luar kendali dan menyebabkan infeksi.

Sementara infeksi jamur atau bakteri pada kulit anjing dapat menyebabkan bulu rontok, kemerahan, gatal, dan bau. Infeksi bakteri juga menyebabkan pustula seperti jerawat. Perlu diketahui bahwa anjing juga bisa mengalami kurap dan jamur yang menyebabkan rambut rontok dan infeksi.

Kudis merupakan istilah umum untuk infeksi kulit gatal yang disebabkan tungau. Tungau merupakan makhluk mikroskopis yang hidup di permukaan kulit atau di folikel rambut. Tungau bisa menyebabkan bulu rontok dan gatal-gatal dengan menggaruk atau menggigit kulit.

Beberapa tungau, seperti tungau kudis, bisa menular baik ke manusia maupun anjing. Tungau lain, seperti tungau demodex, tidak menular tapi dapat menyebabkan kerontokan rambut dan mungkin memerlukan perawatan.

Tak hanya itu, anjing bisa mengalami alergi sama seperti manusia. Beberapa tanda umum alergi pada anjing yaitu kulit gatal dan bulu rontok. Alergi yang umum pada anjing yaitu atopi (alergi lingkungan terhadap iritan seperti serbuk sari, jamur, dan tungau), alergi kutu dan alergi makanan.

Jika Anda melihat adanya alergi pada anjing peliharaan, sebaiknya berikan obat pengendali kutu, obat pengontrol rasa gatal, dan hindari alergi atau makanan yang memicu alergi.

Artikel Lainnya