nyedulur.com

BPBD Lumajang Pusing, Terima Laporan Operator Backhoe Hilang saat Semeru Meletus, Info Simpang Siur

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Liputan6.

Meletusnya Gunung Semeru membawa korban. Diduga korban tersebut adalah salah seorang operator backhoe. Sebab sejauh ini pihak BPBD Lumajang masih menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Sebab sejak Semeru meletus pada 1 Desember 2020 lalu, BPBD mendapat informasi dari penambang pasir di lokasi. Penambang tersebut merupakan diduga operator backhoe yang hilang di daerah aliran sungai.

“Ini informasinya hanya hilang, hilang itu hilang ke mana, hilang pulang atau hilang apa. Tidak ada yang memastikan. Penduduk juga tidak tahu, tidak bisa memastikan,” kata Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi, dikutip dari Kompas, Rabu 2 Desember 2020.

Wawan mengatakan, berdasarkan informasi di lapangan, saat awan panas letusan Gunung Semeru menerjang, terdapat tiga operator backhoe di lokasi tambang pasir.

Satu dari tiga orang dikabarkan hilang. Operator backhoe yang hilang itu diketahui berasal dari Probolinggo.

“Yang jelas sopir backhoe itu tiga. Dua ada, satu tidak ada. Tapi dua temannya ditanya ke mana satunya, tidak tahu, aneh kan," jelasnya.

Wawan mengatakan, dari informasi yang dikumpulkan, ada lima backhoe dan dua truk yang tertimbun lahar panas akibat letusan Gunung Semeru. Tapi sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana letusan itu. Begini pusingnya BPBD.

Artikel Lainnya