nyedulur.com

Boleh Nggak Sih Ibu Positif Covid-19 Menyusui? Ini Tanggapan WHO

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Health Europa.

Pandemi Covid-19 tidak hanya mengubah seluruh aktivitas masyarakat. Namun juga kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan di sekitarnya. Seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Menerapkan protokol kesehatan tidak secara parsial. Ada beberpa poin yang harus dilakukan saat berada di luar rumah. Sebetulnya di dalam rumah juga bisa dilakukan. Tapi bagaimana dengan ibu menyusui yang positif Covid-19? Masih boleh lalu menyusui?

Dilansir dari Suara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap menegaskan jika bayi harus mendapatkan air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan tetap berjalan.

“WHO sudah tegas mengatakan selama masa pandemi tidak ada alasan setop menyusui. Tidak ada satupun rawat terpisah (ibu dan bayi), harus rawat gabung. Itu WHO yang bilang,” ujar Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, peneliti dari ILUNI MKK FKUI

Pendapat serupa juga disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bahwa ASI eksklusif tetap harus dijalankan tanpa terputus meskipun sang ibu positif Covid-19.

Bedanya, jika WHO memperbolehkan bayi menyusu langsung, dengan mengenakan baju alat pelindung diri (APD). Minimal memakai masker. IDAI, kata Dr. Ray, merekomendasikan ASI diberikan dengan pompa dan dimasukkan ke dalam botol.

“IDAI sudah berikan rekomendasi, bahwa ASI tetap bisa dilanjutkan, memang untuk ibu sudah terkonfirmasi positif Covid-19, IDAI bilang pompa dulu deh,” terangnya.

Sejauh ini, lanjut Dr. Ray, belum ada satupun dalam penelitian yang menunjukkan ASI bisa menjadi media penularan Covid-19. Ini hasil penelitian lain soal virus corona yang juga disebut SARS Cov-2.

Artikel Lainnya