Bisa Nggak Beli Motor dengan Uang Koin Tunai? Simak Pengalaman Pasutri asal Banyuwangi

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Ngopibareng.

Membeli kendaraan bermotor umumnya menggunakan dua skema. Skema pertama tunai atau cash, sedangkan kedua kredit. Cara kedua inilah yang paling banyak dipilih masyarakat.

Berbeda dengan pasangan suami-istri atau pasutri asal Banyuwangi, Ahmad Rasidi (27) dan Amidah (26), warga Kelurahan Lateng. Dia memilih membel motor baru dengan cara cash.

Mereka membeli sepeda motor Honda Scoopy di dealer sepeda motor di Jalan DR. Soetomo pada Selasa 5 Januari 2021. Apanya yang aneh?

Pasutri ini tidak membayar dengan uang kertas. Tapi uang logam. Koin. Sementara uang koin itu seluruhnya pecahan Rp1.000! Dan uang itu diterima pihak dealer.

Dikutip dari Ngopibareng, keduanya sengaja mengumpulkan uang koin pecahan seribu rupiah untuk membeli sepeda motor baru.

“Kurang lebih dua tahun kami mengumpulkan uang ini. Memang niatnya untuk membeli sepeda baru,” kata Ahmad Rasidi.

Sehari-hari, Ahmad Rasidi dan istrinya berjualan di Pasar Blambangan, Banyuwangi. Mereka memiliki toko sembako di tempat itu. Keduanya biasa berdagang mulai pukul 02.00 hingga 09.00 WIB.

Setiap kali ada pembeli yang membayar dengan uang koin pecahan seribuan, langsung disisihkan atau dicelengi.

“Hanya pecahan seribuan saja yang saya simpan. Pecahan yang lain tidak,” jelas Amidah.

Uang tersebut mulanya disimpan pada tiga botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter. Karena sudah tidak muat, kemudian dipindahkan ke galon.

Saat dipindah ke galon uang koin itu hanya memenuhi seperempatnya. Saat akan berangkat ke dealer untuk membeli sepeda motor, dia dan suaminya lebih dulu memindahkannya ke karung plastik.

Lalu apa komentar pihak dealer. Baca di sini.

Artikel Lainnya