Bisa Bikin Wow! Punya Body Goals Layaknya Aura Kasih, Olahraganya Tidak Berat

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Aura Kasih tengah menjadi sorotan. Selain wajahnya yang cantik, bodinya benar-benar membuat baper. Sintal banget.

Itu sebabnya, artis cantik kelahiran Bandung, 26 Februari 1987 ini juga dikenal sebagai penyanyi dengan body goals. Wow, pokoknya.

Lekuk tebuh wanita yang 34 tahun ini tidak didapatkan dalam waktu singkat. Apalagi dia baru saja melahirkan anak pertamanya dari mantan suami Eryck Amaral.

Sebagaimana diketahui, salah satu cara mendapatkan body goals adalah rajin berolahraga. Mengutip Okezone, olahraga saja tidak cukup. Sebab dibutuhkan teknik supaya target yang diinginkan bisa tercapai.

Banyak orang menghabiskan durasi olahraga hanya untuk pemanasan dan pendinginan. Misalnya ketika memutuskan untuk olahraga selama 30 menit, biasanya melakukan pemanasan 10 menit. Sementara olahraga inti hanya 10 menit, dan pendinginan 10 menit.

Padahal, pemanasan dan pendinginan tidak akan membakar banyak kalori, sehingga waktu akan terbuang percuma. Oleh karena itu, Anda boleh saja melakukan pemanasan sebelum olahraga untuk menghindari cedera, tapi jangan terlalu lama.

Selain itu, banyak wanita menganggap kalau angkat beban adalah olahraga milik laki-laki. Padahal sejatinya ada aspek pelatihan tertentu yang terbawa ketika tujuan serupa.

Satu tujuan yang dimiliki pria dan wanita adalah bahwa kita semua menginginkan tampilan yang kencang. Salah satu cara terbaik mendapatkan tampilan itu untuk pria atau wanita adalah dengan beban yang berat.

Seberapa berat dan seberapa sering akan tergantung pada tujuan. Pelatihan dengan cara yang memanfaatkan beban berat adalah cara tercepat dan paling efisien untuk meningkatkan tonus otot neurogenik dan miogenik. Artinya, itulah cara terbaik untuk memberi tampilan yang tegas dan kencang.

Melakukan olahraga sepeda statis dalam kecepatan tinggi dan jangka waktu lama akan terlihat seperti melakukan olahraga kardio berat. Ini cukup efektif untuk menurunkan lemak tubuh bagian bawah, terutama karena membantu dengan optimalisasi hormonal.

Akan tetapi, olahraga jenis ini memiliki cukup risiko berbahaya. Jika latihan terlalu intens, bisa berisiko kehilangan sebagian massa otot di kaki di samping lemak. Bagi sebagian besar orang, ini adalah risiko yang dapat diterima, dan sisanya merupakan manfaat yang tidak terduga.

Artikel Lainnya