Bikin Macet, Jalan Masuk Surodinawan Estate Tertutup Pedagang Takjil Dadakan, Pemkot Mojokerto Bubarkan Pasar Musiman

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Jatimnet.

Pedagang takjil di Mojokerto tidak bisa mengais rezeki. Sebab petugas gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, dan Satpol PP menutup pasar kaget di bulan Ramadan ini. Padahal para pedagang ini baru membuka lapak selama empat hari di bulan Ramadan.

Penutupan ini tidak lepas dari timbulnya kerumunan. Sebab keberadaan pedagang di Jalan Raya Suromulang, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto memancing warga untuk datang.

Mengutip Jatimnet, penutupan dilakukan pada pada Sabtu, 17 April 2021 siang. Petugas memberi sekat dari besi agar para pedagang musiman tak lagi berjualan di jalan masuk perumahan warga Kota Mojokerto.

Selama empat hari beraktivitas, pedagang di ruas jalan tersebut mengundang pembeli utnuk datang. Akibatnya timbul kerumunan di tengah pandemi Covid-19. Banyaknya pedagang sampai-sampai menutup akses jalan masuk perumahan Surodinawan Estate.

“Kita harus tertibkan karena memang berjualannya ke ruas jalan. Terlebih memicu kerumunan di tengah pandemi Covid-19,” kata Kasatpol PP Kota Mojokerto, Hariana Dodik Murtono, Minggu 18 April 2021.

Dodik menyebut, pihaknya harus mengambil keputusan menutup Pasar Kaget Surodinawan, dikarenakan antsipasi penyebaran Covid-19 yang bisa meningkatkan kembali angka pasien terpapar.

Selain itu, jalan tersebut seolah-olah telah beralih fungsi. Jalan tersebut menjadi penghambat warga menuju kediaman, utamanya menjelang berbuka puasa. Seharusnya jalan tersebut bisa dinikmati warga perumahan Surodinawan Estate dan sekitarnya.

“Kita tutup sampai lebaran. Kasian warga, kesulitan melintas ke rumahnya masing-masing. Apalagi pas mau buka puasa, yang tadinya hanya lima menit menjadi puluhan menit untuk lewat di jalan yang beralih fungsi,” bebernya.

Disingung soal solusi terhadap nasib ratusan para PKL yang mencari nafkah di lokasi tersebut, dia menyebut masih akan melakukan kordinasi dengan perangkat setempat. Sebab para PKL yang berjualan di pasar dadakan itu mayoritas bukan warga Kota Mojokerto.

Artikel Lainnya