Bejat! Dosen Unej Cabuli Keponakan, Resmi Tersangka, Barang Buktinya Direkam dan Diunggah ke Media Sosial

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Sosok pria berinisial R tak berkutik ketika ditetapkan sebagai tersangka. Terlebih pria tersebut berstatus dosen di Universitas Jember. Waduh!

Dia tidak bisa berkelit ketika barang bukti ada kesesuaian dengan kronologi. Barang buktinya bukan kaleng-kaleng. Yakni obrolan dengan korban, yang kemudian diunggah ke media sosial.

Unggahan inilah yang membuat ibu korban mengetahui. Kemudian sang ibu melaporkan dugaan pemerkosaan itu ke polisi.

Polisi kemudian menetapkan R seabgai tersangka, setelah sebelumnya memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti. Hasilnya ada kesesuaian antara keterangan saksi dengan visum.

“Sudah ada persesuaian antara keterangan saksi dengan surat hasil visum psikiatri," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor Jember Iptu Diah Vitasari, mengutip Suara, Rabu 14 April 2021.

Menurut Vitasari, ada empat alat bukti. Pertama adalah surat hasil psikiatri, keterangan ahli, keterangan saksi, dan rekaman.

“Terserah tersangka mau mengakui atau tidak, bukan urusan penyidik. Yang penting kami mengumpulkan barang bukti dan alat bukti,” Diah Vitasari menambahkan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, peristiwa pencabulan terjadi dua kali. Pertama terjadi pada akhir Februari dan 26 Maret 2021.

Keponakan itu tinggal di rumah R. Saat itu, si dosen mengatakan kalau korban terkena kanker payudara sembari memberikan jurnal dalam jaringan tentang kanker payudara.

R lalu menawarkan terapi. Korban semula menolak. Namun oknum dosen mengikuti korban ke kamar dan memaksa sang keponakan membuka baju. Tanpa diketahui R, korban merekam suara percakapan dalam kejadian tersebut.

Artikel Lainnya