Baru Percaya Corona Nyata, Warga Lamongan Terpaksa Lockdown, Warkop Ditutup, Desa Mendadak Sunyi

Nyedulur
  • 6 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

Warga Sidodowo Kecamatan Modo, Lamongan mulai pecaya virus corona benar-benar ada. Keputusan ini diambil setelah perangkat desa mengeluarkan kebijakan lockdown, penyekatan, dan menutup seluruh warung kopi di desa tersebut.

Awalnya warga desa Sidodowo tidak percaya adanya virus corona. Cukup banyak warga yang enggan menerapkan protokol kesehatan. Beberapa di antaranya meremehkan bahayanya virus ini.

“Sebelumnya, banyak warga yang seolah meremehkan. Mereka juga bilang, masak orang tani aja kok bisa sampai kena Corona (Covid-19),” kata Kepala Desa Sidodowo, Ali Mahrus, mengutip Beritajatim, Senin 7 Juni 2021.

Masyarakat Sidodowo baru berubah pandangan setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 dengan tujuh orang meninggal. Warga percaya bahwa Covid-19 tidak bisa diremehkan.

Tak hanya itu, setelah kabar tentang virus mematikan ini menyebar, tiba-tiba muncul ketakutan masyarakat. Lingkungan di sekitar masyarakat yang terpapar berubah jadi sepi.

Desa dengan luas 650 hektar, terdiri atas sembilan dusun yang meliputi Dusun Bringin, Bunder, Damarsih, Damber, Gowang, Jamprong, Kedundowo, Kedungsari, dan Kedungsogo.

“Kawasan ini sekarang sepi. Sudah ada bukti tentang bahaya Covid-19,” Ali Mahrus menambahkan.

Dalam keterangannya, selain tujuh korban meninggal, terdapat 40 warga yang terpapar.

“Kemarin yang meninggal ada lima, dan ada tambahan lagi dua. Yang dua tersebut meninggalnya di rumah. Jadi jumlahnya tujuh. Warga yang terpapar hari ini (kemarin) sudah 40 orang,” jelas Ali.

Pemerinrah desa mengambil keputusan untuk melakukan lockdown per 4 Juni 2021. Selain itu, warga melakukan penyekatan di wilayah perbatasan antara Desa Kedungwaras dengan Sidodowo.

Meski demikian, warga masih bisa melakukan aktivitas kerja seperti biasanya, selama tidak melanggar ketentuan. Perangkat desa juga mengeluarkan kebijakan satu pintu untuk keluar masuk.

Artikel Lainnya