Banjir Tak Kunjung Surut di Lamongan, Warga dan Mahasiswa Geram, Gelar Demo Segel Kantor Pemkab

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Deposit Photos.

Kabupaten Lamongan dihantam banjir sejak memasuki tahun baru 2021. Setidaknya ada enam kecamatan dikepung banjir yang meliputi Kecamatan Turi, Kalitengah, Karangbinangun, Karanggeneng, Glagah dan Deket.

Dari enam kecamatan itu setidaknya 46 desa digenangi banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo dan Bengawan Jero, yang merupakan anak Bengawan Solo. Diduga luapan air itu akibat intensitas hujan yang turun cukup tinggi.

Banjir itulah yang membuat warga mahasiswa geram. Mereka menuding Pemkab Lamongan tidak becus menangani banjir. Hal ini yang menyulut warga dan mahasiswa menggelar demo dan menyegel Pemkab Lamongan.

Namun versi Pemkab Lamongan berbeda. Dikutip dari Detik, pemerintah merasa sudah melakukan pekerjaan dengan baik.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Lamongan Mohammad Nalikan, mengatakan untuk membantu agar banjir bisa segera surut, empat pintu air di Wangen telah dibuka secara maksimal.

“Sebelumnya, empat pintu ini sempat terkendala masalah teknis, sehingga tidak semuanya dapat dibuka. Kini, semua dibuka sehingga dapat mempercepat pembuangan air ke laut,” kata Mohammad Nalikan, Kamis 14 Januari 2021.

Pemkab Lamongan juga memiliki rencana lain untuk mengatasi banjir. Di antaranya memperbaiki infrastruktur Bengawan Njero dan pengadaan pompa banjir.

Selain itu, pemkab juga mengerahkan backhoe untuk membersihkan tanaman eceng gondok. Namun pembersihan enceng gondok ini dilakukan setelah banjir melanda.

Langkah lain bisa membuka tautan berikut.

Artikel Lainnya