Banjir Desa Tempuran Mojokerto Belum Surut, Ribuan Jiwa Terdampak, Ketinggian Air Capai 90 Cm

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Depositphotos.

Banjir di Dusun Bekucuk dan Desa Tempuran belum kunjung surut. Banjir yang melanda dua desa itu sudah terjadi sejak tahun baru atau, Jumat 1 Januari 2021 lalu.

Banjir disebabkan luberan air di sungai Avour Watudakon. Peningkatan debit air itu disebabkan curah hujan yang tinggi di bagian hulu sungai. Sehingga luberan air menyebabkan banjir.

Dikutip dari Beritajatim, total rumah warga yang terendam banjir mencapai 393 rumah. Jumlah itu terdiri atas 61 rumah terendam di Dusun Tempuran dan 332 rumah terendam di Dusun Bekucuk.

Sementara rata-rata ketinggian air bervariasi. Di Desa Tempuran ketinggian air antara 50 cm sampai 60 cm, sedangkan di Dusun Bekucuk ketinggian air antara 50 cm sampai 90 cm. Hampir satu meter.

Sementara total jiwa terdampak banjir mencapai 1.325 jiwa. Jumlah itu meliputi 201 jiwa di Dusun Tempuran dan di Dusun Bekucuk sebanyak 1.124 Jiwa. Adapun Tanaman padi yang terdampak banjir kurang lebih 12 hektar, dengan ketinggian air antara 70 cm sampai 90 cm.

Selain merendam pemukiman warga dan area persawahan, banjir juga merendam tiga fasilitas umum (fasum) di Desa Tempuran. Seperti gereja, masjid dan Balai Desa Tempuran dengan ketinggian air antara 50 cm sampai 60 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, dari 1.325 jiwa tersebut jumlah lanjut usia (lansia) sebanyak 67 jiwa dan balita sebanyak 71 jiwa. Ini katanya.

Artikel Lainnya