Bahaya Mengintai, Terlalu Sering Makan Daging Berisiko pada Kesehatan Jantung, Patuhi Cara Mengatasi

Nyedulur
  • 2 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Webstockreview.

Daging sapi merupakan bahan makanan yang cukup banyak digemari anak-anak hingga orang dewasa. Terlebih daging bisa diolah menjadi bahan makanan western maupun makanan nasional. Sebut saja rendang, bakso, rawon, soto, dijadikan sate, semur, steak, dan jenis makanan lain.

Daging juga menyimpan banyak gizi dan nutrisi. Selain itu, bahan makanan ini juga dipercaya memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan tubuh.

Walaupun daging sangat berguna untuk mendukung kesehatan tubuh, akan tetapi sajian makanan yang kaya akan protein ini juga memiliki risiko.

Mengutip Liputan6, protein hewani memiliki banyak senyawa yang disebut purin. Ini terurai menjadi asam urat, dan jika memiliki terlalu banyak asam ini, Anda bisa mengembangkan batu ginjal.

Tenang. Risikonya bisa dihindari. Caranya dengan membatasi konsumsi daging serta memperbanyak konsumsi air mineral.

Asam urat yang kita bicarakan di atas, Anda bisa merasa lebih haus dari biasanya. Ginjal Anda membutuhkan air untuk mengencerkan limbah beracun. So, pastikan selalu sedia air setiap saat, di mana pun Anda berada.

Makanan berbahan dasar daging memiliki banyak protein. Sayangnya minim serat. Anda biasanya mendapatkan serat ini dari buah, sayuran, atau biji-bijian. Pastikan Anda memasukkan semua kategori makanan ini ke dalam menu.

Sembelit dan nyeri saat buang air besar bisa menjadi beberapa tanda pertama bahwa asupan serat terlalu rendah. Ambil salad dan manjakan diri dengan sayuran dan buah.

Semakin banyak serat yang dikonsumsi, semakin terlindungi jantung Anda. Jika terlalu banyak makan daging, berarti Anda tidak memiliki tingkat serat yang tinggi.

Tak hanya itu, daging merah, khususnya, dapat merusak jantung. Bahkan bisa melipatgandakan risiko masalah yang berhubungan dengan jantung, dan mengandung banyak lemak jenuh. Lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Artikel Lainnya