Awas! Pelaku Kejahatan Seksual Anak Bisa Disunat, Ini Dasar Hukum dan Metodenya

Nyedulur
  • 4 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: The ASEAN Post

Hati-hati, orang yang sudah dikenal menjadi galak. Bisa berubah menjadi pelaku kekerasan seksual kepada anak-anak. Berdasarkan catatan kepolisian, pelaku kejahatan seksual anak-anak mayoritas orang dekat. Di sekitar keluarga. Miris!

Tapi sekarang bisa dibentengi. Pelaku kekerasan seksual tidak bisa bebas leluasa. Sebab pemerintah telah menerbitkan PP. Itu lho, Peraturan Pemerintah.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

PP itu ditandatangani Jokowi pada 7 Desember 2020, sebagai turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kebiri kimia dilakukan kepada pelaku pelecehan seksual pada anak-anak. Predator seksual adalah julukan bagi orang yang memangsa anak-anak dalam tindakan seksual. Sebab pelaku bertujuan memuaskan hasrat seksualnya. Lebih mengerikan, sasarannya adalah anak-anak.

Untuk mengatasi kekerasan seksual kepada anak, harus diberikan efek jera. Biar kapok. Dengan harapan pelaku tidak akan memakan korban lagi. Pelecehan seksual bisa menimbulkan traumatis pada anak.

Catatan Popnama, ada beberapa informasi tentang hukuman kepada predator seksual anak-anak. Salah satunya adalah kebiri kimia. Seperti apa, sih?

Kebiri kimia adalah salah satu cara untuk menekan fungsi hormon testosteron yang cukup tinggi. Caranya menyuntikan kadar hormon testosteron, agar kabar hormon bisa turun. Biar nggak gampang horny.

Tujuan lain, menghentikan dorongan fungsi hormon testosteron yang berlebihan. Tindakan ini untuk mereduksi menyebarnya predator seksual. Juga untuk mengontrol diri dalam bertindak.

Orang yang akan mendapatkan hukuman berupa kebiri kimia dan pemasangan chip adalah pelaku kekerasan seksual. Khusus kejahatan pada anak.

Artikel Lainnya