Asal Usul Kerajaan Majapahit Bukan di Mojokerto, Lokasinya di Tengah Hutan Sidoarjo

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Detik.

Mendengar Kerajaan Majapahit, yang ada dalam bayangan adalah Mojokerto. Menurut beberapa literasi dan catatan sejarah, konon kerajaan terbesar ini berasal dari Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Tapi siapa sangka jika asal usul kerajaan terbesar di nusantara ini bukan dari Trowulan. Menurut catatan Good News From Indonesia, mengutip buku Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit karangan Slamet Muljana, Majapahit bukan didirikan di Trowulan.

Dalam buku tersebut Majapahit justru didirikan tidak jauh dari Mojokerto. Sebelum berpusat di Trowulan, Kerajaan Majapahit awalnya didirikan di sebuah hutan yang kini menjadi bagian dari daerah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam buku tersebut dikisahkan terbentuknya Kerajaan Majapahit berkaitan dengan peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang terhadap Kerajaan Singasari.

Jayakatwang adalah seorang raja dari Kediri yang memiliki dendam pribadi kepada raja Singasari, yaitu Kertanegara.

Ketika penyerangan terjadi, menantu Kertanegara, yaitu Raden Wijaya menyelamatkan diri ke Madura untuk menemui Wiraraja, seorang patih di wilayah Sumenep.

Raden Wijaya menjadikan kediaman Wiraraja sebagai tujuan karena dahulunya dia adalah seorang demang pada masa pemerintahan Raja Wisnuwardhana.

Dilansir dari Historia melalui GNFI, untuk mendapatkan izin, Raden Wijaya berdalih agar diberi daerah sebagai basis pertahahan ketika musuh menyerang.

Usul tersebut dikabulkan oleh Jayakatwang dan Raden Wijaya. Akhirnya, diberilah sebuah daerah bernama Tarik. Daerah Tarik sebenarnya cukup berpotensi untuk dijadikan sebuah pemukiman baru karena dikelilingi oleh beberapa sungai.

Menurut Slamet Muljana, letak Tarik berhadapan dengan sungai Brantas dari sebelah barat dan bertemu dengan Kali Mas yang mengalir dari sebelah selatan.

Meski telah dimuat dalam berbagai literatur dan prasasti, tetapi masih sedikit bukti fisik berupa bangunan peninggalan di wilayah Tarik yang dapat menunjukkan sisa pendirian Kerajaan Majapahit.

Namun beberapa tahun lalu ditemukan situs di Desa Kedungbocok, Kecamatan Tarik. Temuan ini bisa menjadi salah satu bukti bahwa Tarik yang saat ini berada di wilayah Sidoarjo, adalah hutan cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit.

Situs yang ditemukan pada awal tahun 2018 ini diduga bangunan berwujud pagar. Setelah dilakukan penggalian, bangunan tersebut terdiri atas lima tumpuk batu bata yang masing-masing berukuran panjang 32 cm, lebar 21 cm, dan tebal 7 cm.

Artikel Lainnya