Aman Berhubungan Intim, Alat Kontrasepsi Ini Ampuh Cegah Kehamilan

Nyedulur
  • sebulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Bussines Insider.

Alat kontrasepsi biasanya digunakan untuk pasangan yang ingin menunda atau mencegah kehamilan. Ada pula alat kontrasepsi yang justru bisa mencegah infeksi karena penyakit menular seksual.

Menurut staf medis Women Health Service RSUPN RSCM sekaligus dosen di Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI, Ilham Utama Surya mengungkapkan bahwa setidaknya ada enam tipe alat kontrasepsi untuk wanita yang cukup baik.

Metode Amernorrhea Laktasi (MAL) dianggap efektif ketika ibu sedang menyusui bayi secara eksklusif pada enam bulan pertama, menyusui lebih dari delapan kali per hari, dan dalam waktu kurang dari empat jam. Mengutip CNN Indonesia.

Tipe kontrasepsi ini terjadi karena ASI atau air susu ibu. Selain memiliki nutrisi yang cukup untuk bayi, ASI merupakan metode alamiah untuk menjarangkan kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi.

Selama menyusui akan terjadi amenorrhea (tidak menstruasi). Hal ini disebabkan peningkatan hormon prolaktin akan menekan hormon FSH dan LH yang bertanggung jawab terhadap perkembangan sel telur dan ovulasi.

Metode kontrasepsi ketiga adalah suntik yang terdiri atas suntikan satu bulan dan tiga bulan. Suntikan bulanan mengandung dua macam hormon, yakni estrogen dan progesteron.

Sedangkan suntik tiga bulanan mengandung depoprovera. Mekanisme kerja suntik kontrasepsi ini adalah menghambat ovulasi, menghalangi pembuahan, dan menipiskan dinding endometrium.

Selanjutnya adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), yang merupakan alat kontrasepsi berbentuk T mengandung tembaga.

AKDR bekerja dengan menghalangi pembuahan dan menimbulkan reaksi radang di endometrium sehingga mencegah implantasi.

“Ini merupakan kontrasepsi jangka panjang. Keuntungan AKDR ini cukup satu kali pemasangan, tidak menimbulkan efek sistemik, ekonomis, efektivitas tinggi, dan kesuburan dapat kembali dengan cepat."

Berikutnya adalah implan yang merupakan metode kontrasepsi dengan cara memasukkan implan berisi zat aktif progesteron ke lengan. Merupakan metode kontrasepsi jangka panjang dan bisa bertahan hingga lima tahun.

Terakhir adalah tubektomi adalah metode pembedahan pada kedua tuba fallopi (saluran yang menghubungi rahim dengan kandung telur) sehingga dapat menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan ovum. Dengan metode ini Bunda masih mengalami menstruasi.

Artikel Lainnya