Alasan Semakin Bertambah Usia, Makin Sulit Tidur, Oh Ternyata.......

Nyedulur
  • 3 bulan yang lalu
  • arief

Sumber Foto: Harvard University.

Tanpa disadari, bertambahnya usia makin sulit tidur. Padahal tidur itu bagian penting untuk mengisi ulang energi tubuh dan pikiran, agar dapat bekerja dengan efektif.

Tapi, seiring bertambahnya usia seseorang, waktu atau durasi tidur jauh menurun. Padahal umumnya seseorang membutuhkan tidur kurang lebih selama enam hingga delapan jam sehari.

Kira-kira apa yang mempengaruhi hal tersebut?

Salah satu penyebabnya adalah pengaruh obat, tekanan psikologis, atau masa pensiun. Demikian rangkuman dari Detik Wolipop.

Sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center yang bekerja sama dengan University of Toronto, Kanada mengatakan bahwa ada alasan kuat di balik berkurangnya waktu tidur. Ini yang berkaitan dengan ilmu neurologi dalam bidang kedokteran.

Alasan yang dijelaskan adalah terdapatnya sekelompok neuron atau sel-sel saraf yang terkait untuk mengatur pola tidur.

Dalam istilah kedokteran, biasanya disebut dengan nukleus preoptic ventrolateral. Sel-sel saraf ini perlahan-lahan menjadi tidak berfungsi seiring dengan bertambahnya usia.

“Semakin banyak Anda kehilangan sel saraf ini akibat penuaan, semakin sulit waktu untuk tidur,” jelas Clifford Saper, M.D., Ph.D, selaku pimpinan dari ilmu neurologi di Beth Israel Deaconess Medical Center.

Profesor Clifford mencacat bahwa ketika orang-orang memasuki usia 70-an, mereka umumnya tidur satu setengah jam lebih sedikit dari yang biasanya dilakukan di usia 20-an.

“Mereka tidak merasa beristirahat. Mereka bangun karena meresa tidak bisa tidur lebih lama lagi, tetapi mereka tetap merasa lelah di siang hari. Kondisi seperti ini biasa disebut insomnia kronis," jelasnya.

Penemuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal Brain ini, profesor Clifford juga mengaitkan matinya sel-sel saraf yang menjadikan waktu tidur terganggu.

Hal ini diuji coba oleh tikus percobaan di laboratium dan menemukan bahwa hewan yang tidak memiliki sel-sel saraf rentan terkena insomnia.

Artikel Lainnya