13 KA Tetap Beroperasi pada Idul Fitri, Daop 8: Ingat, Bukan Kereta Mudik!

Nyedulur
  • 11 hari yang lalu
  • arief

Sumber Foto: IST.

PT Kereta Api Indonesia tetap menjalankan sejumlah kereta api pada Hari Raya Idul Fitri. Berdasarkan keterangan resmi yang dikirim PT KAI Daerah Operasi 8, terdapat 13 kereta yang tetap beroperasi.

Ke-13 kereta tersebut meliputi sembilan KA jarak jauh dan menengah, serta empat kereta lokal. Semuanya tetap beroperasi di tengah larangan mudik yang telah dikeluarkan pemerintah pada 6-17 Mei 2021.

“KAI menjalankan kereta api (KA) jarak Jauh pada periode tersebut bukan melayani mudik Lebaran. Kami mematuhi aturan dan kebijakan dari pemerintah bahwa mudik tetap dilarang,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif dalam keterangannya, Selasa 4 Mei 2021..

Masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KA adalah pelaku perjalanan mendesak nonmudik. Berdasarkan aturan pemerintah perjalanan nonmudik meliputi bekerja/perjalanan dinas dan kunjungan keluarga sakit.

Selain itu, juga menyangkut kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh satu anggota keluarga, serta kepentingan nonmudik tertentu yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

Bagi pegawai instansi pemerintahan yang meliputi ASN, BUMN/BUMD, TNI, dan Polri diwajibkan membawa print out surat izin perjalanan tertulis. Surat tersebut wajib dilengkapi tanda tangan pejabat setingkat Eselon II.

Adapun bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan dari pimpinan perusahaan.

Sedangkan bagi pekerja informal dan masyarakat umum, wajib melampirkan surat izin tertulis yang dilengkapi tanda tangan dari kepala desa atau lurah setempat.

“Surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan nonmudik berlaku secara individual, untuk sekali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas,” Luqman menambahkan.

Sementara empat KA lokal meliputi Penataran (Surabaya Kota-Malang-Blitar), Tumapel (Malang-Surabaya Kota), Dhoho (Surabaya Kota-Kertosono-Blitar PP), dan Jenggala (Mojokerto-Sidoarjo PP).

Sedangkan KA jarak jauh melipui Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi-Gambir), Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung), Gajayana (Malang-Gambir), Bima (Surabaya Gubeng-Gambir),  dan Maharani (Surabaya Pasar Turi-Semarang).

Kemudian Sri Tanjung (Surabaya Gubeng-Lempuyangan dan Surabaya Gubeng-Ketapang), Tawang Alun (Malang-Ketapang), Probowangi (Surabaya Gubeng-Ketapang), dan Pasundan Lebaran (Surabaya Gubeng-Kiaracondong).

“Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan KA jarak jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas. Karena kita mendukung kebijakan pemerintah agar masyarakat tidak mudik,” Luqman memungkasi.

Pria asal Sidoarjo itu menegaskan bahwa seluruh kereta api yang dijalankan telah mendapatkan izin dari pemerintah.

Artikel Lainnya